"Kalau kamu sudah berkeluarga, kamu harus tetap bekerja ya mak. Jangan sampai kayak mama yang cuma menunggu hasil dari papamu tiap bulan doang" Itu kata Ibuku, yang sudah dua puluh dua tahun mengabdikan diri mengurus suami dan anak-anaknya kepadaku ketika ia merasa jenuh dengan rutinitasnya. Menurut saya, rasanya hidup sebagai ibuku yang notabennya adalah murni Ibu Rumah Tangga itu bukanlah buruk. Justru saya melihat Ibu saya yang mencurahkan seratus persen waktunya untuk rumah membuat anak-anaknya sangat dekat dengannya, bisa mencurahkan segala isi hati dan kegiatannya sehari-hari kepada Ibu. Bukankah itu suatu kenikmatan tersendiri ya melihat anak-anaknya dari masa kecil hingga dewasa tetap meletakkan Ibu sebagai nomor satu di daftar "tempat curhat" ? Yah, sisi enggak enaknya adalah ketika dia mau atau ingin membelikan sesuatu untuk dirinya sendiri adalah dia hanya menunggu "jatah" dari suami. Itupun dia masih mikir-mikir lagi karena balik lagi, d...
Tempat dimana aku belajar menulis.