Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Truestory

Beda Budaya, Beda kelakuan.

Yaiyalah. Pastinya. Semua orang pasti setuju dengan pernyataan di atas. Kita enggak mungkin menyamakan budaya di suatu tempat untuk bisa sama dengan budaya di tempat lain.Dan mau enggak mau kita harus menyesuaikan dengan budaya setempat. Jika tidak, kita bisa dianggap aneh. Sebenernya hal ini sudah lama saya rasakan, hanya saja masih perlu di telaah lebih mendalam, baru bisa tuliskan disini. Sebelumnya saya pernah bekerja di lingkungan dimana ibu ibu usia 35 tahun ke atas mendominasi. Kemudian saya pernah juga bekerja dimana budaya disana sangat individualistis.Kemudian saat ini saya bekerja dimana tembok pun bisa berbicara mengenai perilaku orang lain. Mari kita mencoba menganalisa budaya bekerja di tengah para ibuk-ibuk. Budaya bekerja di tengah para ibuk-ibuk membuat kita seperti anaknya. Mau tidak mau, apapun yang mereka suruh harus kita lakukan. Saat itu juga. Manut wae lah istilahnya . Tapi disini, mereka mau ngemong. Mau ngajarin dengan sabar. Mau ngedidik dan nasehatin...

Tips Untuk Calon Kandidat

Maaf copy, tapi ini penting dibaca buat kamu yang akan melamar pekerjaan di sebuah pe rusahaan . Monggo dibaca, mungkin tulisan dari Mbak Gita Dwiputri Kusuma ini bisa jadi masukan. Tulisannya cukup mewakili saya dan teman teman recruiter lainnya :) Menjadi seorang  recruiter  terkadang bisa menjadi sebuah pekerjaan yang luar biasa melelahkan. Mungkin bisa dibilang pekerjaan ini cukup 'mudah' karena pada saat ini, siapa sih yang tidak sedang mencari pekerjaan? Tetapi .. yang melelahkan adalah ketika kami, para  recruiter , disulitkan dengan masuknya puluhan - bahkan ratusan email yang berisi resume/CV yang agak kurang jelas. Maksudnya seperti apa .. nanti akan saya jelaskan! Jadi .. sebagai seseorang yang berada dalam posisi untuk mensortir profil Anda, menurut saya ada beberapa hal yang patut untuk disorot: Ketika Anda mengirimkan surat lamaran pekerjaan beserta dengan resume/CV Anda, jangan lupa bahwa ketika Anda menulis email tersebut, Anda akan terp...

Baper-kah Saya?

"Jangan terlalu baper ah.." "Lo sekarang baper banget deh" Apasih baper? Menurut istilah kekinian baper adalah kondisi dimana seseorang selalu melibatkan emosi (entah itu marah, sensitif atau yang lainnya) ke dalam pergaulan sehari-hari.. Mungkin lucu sih, pada awalnya. Tapi sekarang saya mikir kata-kata tersebut kayak buat "tameng" supaya orang lain enggak sakit hati atau tersinggung dengan perkataannya yang mungkin menurutnya cuma bercanda. Iya, sejenis pengalihan isu. Menurut saya, setiap orang memiliki kadar/tingkatan sensitivitas yang berbeda-beda. Yang bisa saja berubah-ubah yang dia sendiri enggak bisa diprediksi. Nah, ketika mungkin saja candaan/perkataan itu datang ketika tingkat senstivitasnya lagi tinggi dan dia bisa tersulut bisa saja sih dia dibilang baper. Eh tapi tergantung juga bercandaan/perkataannya itu apakah bisa dianggap normal atau keterlaluan. Ribet sih. Iya. Tapi orang-orang sekarang udah mulai berkurang kepekaann...

Bekerja di media? Siapa Takut!

Assalamualaikum!  Rasanya sudah hampir dua minggu blog ini tidak ada update-an tulisan baru lagi. Habisnya terkadang waktu buat menulis sekarang sudah sedikit sekali. Begitu ada, saya lebih menggunakannya buat istirahat.  Alhamdulillahirrabal alamin.. Bismillahirrahmanirrahim.. Loh kenapa dua kalimat saya tulis berturut-turut? Yang pertama pastinya karena amat sangat bersyukur karena Allah SWT memberikan saya lagi-lagi rezeki yang tidak terduga melalui sebuah pekerjaan. Pekerjaan yang sesuai dengan passion saya, pekerjaan yang selama ini saya idam-idamkan dengan bekal yang sudah saya persiapkan dari pengalaman saya sebelumnya. Di bidang yang berbeda dengan sebelumnya. Lalu apa hubungannya dengan judul blog saya kali ini? Iya, saya saat ini sudah bekerja di sebuah media, tepatnya sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta. Salah satu perusahaan yang berada di bawah naungan Mahaka Group yang CEO nya adalah pemilik salah satuklub sepakbola Italia, Intermilan...

Menurut saya, mereka itu keren

Semua orang itu keren buat saya. Apapun profesi atau kerjaan mereka sehari-harinya. Siang itu saya entah kenapa sedikit termenung melihat-lihat apa yang ada di sekitar saya. Terutama pekerjaan. Sedikit banyaknya orang berfikiran bahwa yang keren itu adalah yang mereka memakai seragam pilot, atau seragam dokter atau kemeja dengan celana bahan slim fit yang memperlihatkan bentuk badan yang terawat dengan baik. Iya, saya pun termasuk. Saya menganggap bahwa keren itu identik dengan materi.  Walaupun tidak semua yang bermateri itu keren. Hanya saja seperti itu, meneruskan pola pikir orang-orang. Siang itu entah mengapa saya melihat petugas transjakarta itu keren, badan mereka tegap, menggunakan seragam dan berdiri sekaligus mengingatkan penumpang untuk turun. Walaupun mungkin sebagian dari kita berfikiran "yaelah cuma petugas transjakarta doang".. tapi mereka berani menegur penumpang yang tega membiarkan seorang ibu yang membawa anaknya berdiri sedangkan dia tert...

Tujuh Tahun Untuk Selamanya...

Kami saling mengenal satu lama lain sejak duduk di kelas satu sekolah menengah atas di tahun 2007 lalu. Saya, Shinta dan Syarafina sekelas di kelas sepuluh-empat, sedangkan Septi dia berada di kelas sepuluh-tiga. Karena Septi dan Shinya memang teman dari sekolah sebelumnya, jadi ya saya kenal dia. Kami jadi sering menghabiskan waktu istirahat bersama di kantin. Saya, Shinta dan Septi lebih sering bertiga. Sering nongkrong juga di rumah saya waktu itu. Lalu seiring berjalannya waktu Syarafina ngikut saya deh, akhirnya jadilah kami berempat dengan nama 4s4t. Terdengar alay memang, tapi begitulah kami. Ohiya, nama 4s4t itu darimana munculnya? Itu dari SigeTeng, SinaTeng, SiKuTeng dan SiKriteng.. Si Gendut Tengil, Si Cina Tengil, Si Kurus Tengil dan Si Kriting Tengil. Sampai-sampai kami pernah memiliki binder kenegaraan untuk berempat dimana kami bisa saling curhat di binder itu. Apapun. Tapi kayaknya lebih banyak tentang cowoknya deh. Binder itu muter, dari yang tertua (Syarafina...

#Mendadak Kicep

Sore itu kebetulan saya, adik saya dan Ibu saya menonton sebuah acara mengenai riasan pengantin.. Entah kenapa random sekali nonton kok gituan? Lalu ada sesi dimana pakaian pengantin muslimah berwarna putih panjang dengan kerudungan yang panjang pula. Tiba-tiba ibu saya menceletuk.. "Itu bagus deh mak, buat kamu ntar nikah pake yang kayak gitu ya" Saya jawab "Iya mah, bagus banget ya emang. Tapi aku pengen deh pake dodotan (pakaian pengantin adat jawa) ma. Nanti luarannya pakai mainset yang warna kulit aja. Jadi tetep pake kerudung tapi ciputnya warna kulit juga. Terus dirias pake paes deh." Berhubung orang Jawa, siapa sih yang enggak pengen pake baju adat ketika acara sakralnya berlangsung? Jujur, kepingin pake banget :/ Ibu saya sih tidak berkomentar banyak saat itu. Eh adik saya langsung memberikan komen kayak facebook.. "Mau sama siapa kak?" Udah cerita banyak banyak. Eh dapet celetukan polos nan "jleb" itu rasanyaa.... Lan...

Masih Tentang Sosok Ibu.

Assalamualaikum, Long time no see my blog! Do you know how busy i am even in this weekend? Hahaha. Lebay. Emang dasarnya aja lagi no idea buat menuliskan sesuatu hal yang agak berbobot di blog ini. Tapi saya rasa saya mau curhat lagi nih. No. Not about love. Tapi tentang family time yang baru baru ini saya seratus persen sadar bahwa saya telah banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang di luar keluarga saya sendiri (baca : pekerjaan) Bahkan minggu pun saya harus masuk karena ada urusan pekerjaan yang urgent. Akhirnya untuk meng-kompensasikan waktu yang terpakai akhir minggu kemarin saya memutuskan untuk mengajak Ibu saya keluar. Kami berdua saja. Tanpa adik-adik, tanpa ayah. Hanya kami. Ibu dan anak yang layaknya sahabat. Kebetulan hari itu saya memang berniat untuk membeli sebuah tas untuk bekerja. Tidak usah ditanya udah berapa banyak tas yang saya miliki. Tapi karena memang sudah hampir empat bulan saya tidak membeli tas baru membuat ibu saya jengah karena bosa...

Antara Bis, Transjakarta dan Kereta Api

Buat kamu yang kemana-mana mengandalkan transportasi umum seperti saya, mana yang lebih kamu sukai? Bis-Angkot, Transjakarta atau Kereta Api? Sejak SD kelas 1 saya sendiri sudah terbiasa naik angkutan umum berupa microlet kecil berwarna biru yang bernomor kosong dua arah rawamangun-pangkalan jati untuk menuju sekolah saya dulu di daerah Pondok Bambu. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh saya belum mengeluhkan apa apa sih masalah angkot ini. Dulu ongkosnya lima ratus rupiah. Kebiasaan naik angkutan umum ini berlanjut hingga saya duduk di bangku sekolah menengah pertama di daerah buaran. Dari sini saya sudah mulai kenal dengan metromini. Jadi waktu itu alternatif pilihannya ada dua, kalau saya malas jalan kaki sedikit dari tempat pemberhentian angkutan nomor  dua puluh dua tersebut. Dulu ongkosnya sedikit lebih mahal angkot yang saat itu seribu lima ratus sedangkan metromini hanya seribu. Sekolah menengah atas mengharuskan saya naik angkut dua kali dari rumah. Karena angk...

Aku : Lima impian dalam waktu lima tahun ke depan - Casa Elana for IHB Blog Post Challenge

Lima impian dalam waktu lima tahun ke depan. Saya sendiri lebih menganut prisip "do the best today" atau "effort is never betray you" yang mengacu kepada kerja keras yang kita lakukan hari ini. Disuruh memiliki impian membuat saya kebingungan karena yah pada dasarnya lagi saya ini "let it flow" dengan sesuatu yang sudah terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi di masa depan. Yang penting menurut saya adalah lakukan yang terbaik hari ini. Bekerja keras yang terpenting, jangan suka menghayal. Karena menghayal sama dengan membuang waktu. Begitu. Namun, melihat challenge dari Indonesian Hijab Blogger kali ini yang mengharuskan untuk menuliskan lima impian dalam jang waktu lima tahun kedepan membuat saya berpikir "Oh iya, mau jadi apa saya nanti ke depannya? Apa yang bisa saya lakukan dengan diri saya untuk orang lain? Apa yang bisa saya berikan kepada kedua orang tua saya dan keluarga saya?" Mungkin lima tahun enggak akan cukup jika s...

Medical Representative

Sewaktu saya bekerja menjadi Sales Customer Opticians di Kimia Farma, tentunya melayani pelanggan itu adalah harus yang sebaik-baiknya. Lalu, yang saya ingat adalah ada laki-laki yang waktu itu katanya sedang menunggu dokter mampir ke tempat saya, melihat-lihat frame katanya. Sebagai sales di tempat tentunya saya sambut dong itu orang. Saya layani sebaik-baiknya. Eh ternyata dia cuma melihat-lihat saja. Begitupun dengan besok-besoknya. Lama lama saya KZL juga kan. Akhirnya saya berani untuk bertanya masnya ini siapa. Terus dia menjawab saya dari Ka*Be. Waktu itu saya enggak ngeh, tapi memang begitu dokter umum yang buka praktek di Kimia Farma datang, biasanya dia buru-buru langsung menemuinya. Nah. Itu perkenalan saya yang pertama dengan seorang Medical Representative. Lalu, saya juga kebetulan dekat dengan SPG yang ada di apotek saat itu. Cerita-cerita lah kita. Salah satu SPG mengaku adiknya menjadi MR sekarang dan udah tajir. Punya motor bahkan. Saya bingung kan dengan is...

THE BEST MOMENT

well well well.. masih tentang sidang skripsi kemaren..  dan berhasil mengupload sebagian dari foto foto yang udah ada baru sore ini. hufft.. Bicis hampir lengkap kalau ada wenny sama melly. tapi gue tau kok mereka sibuk sekarang.. ya pas mereka sidang mungkin gue juga sama ga bisanya... tapi gpp lah ya.. ada bebeh gue si pipis bela belain dateng :'')) Jadi terharu :'''' ini sih pas sorenya di KF dan ceritanya candid gituuu :) fuji,uma, ayu, pipih, gue, damar, vivi. risda <3 masih maksa banget :)) :))) ini foto kocak abis sumpah. Ada Damar di belakang. Ala ala India gitu, alhasil abis foto ngakak sampe  mau pipis :3 yeaaaaaayy i love  you guys :) serasa cover sinetron gitu deh -_- bahagia itu berkumpul sama sahabat. kayak anak tangga ya :3 momen yang jarang sih :3 ada pipis dan ada bicis.. <3 <3 apalah gue ini di antara mereka bag...

Sarjana Psikologi

Alhamdulillah Alhamdulillah.. Alhamdulillah... Cuma kata kata itu yang keluar dari hati ketika mendengar "ya, selamat kamu lulus dengan nilai A" Di ruangan tertutup itu gue ga sempet mengenali perasaan apa itu sebenarnya.. Yang jelas setelah mendengar kata kata itu diucapkan gue SPEECHLESS... Sampai pas ditanya "IPK kamu terakhir berapa?" Gue jawab... "3,39 pak." Entah muncul drmana gue bisa setenang itu, seberani itu dan terus menebarkan senyum setengah memaksa sih sebenernya haha.. Dan gue salim sama tiga dosen itu. SALIM... Pak Adi Kristiawan.. Pak Kuncono Teguh. Pak Setiadji (Ketua dewan Penguji saat itu) Ya Allah.. Beginikah ujung perjuangan itu.. Dan awal dari perjuangan yang lainnya.. Beginikah akhir dari apa yang selama ini gue kejer selama 4 bulan terakhir.. Beginikah rasanya puas maksimal itu.. Beginikah rasanya amazing sama diri sendiri itu? Intinya sih hari itu gue bahagia. Bahagia karena bisa menyelesaika...

Hello September

Oke rencana liburan ke malang bulan september ini harus gue kubur dalem dalem.. Ke tempat yang gue pengen dari awal. Huhuhu.. Ya karena memang kondisi yang ga memungkinkan.. Tapi ini gara gara gue juga kali ya ngomong sembarangan makanya di acc Tuhan.. "Gue ga apa apa deh wen liburan batal yang penting gue udah dapet kerja" Huahaha Dikabulin ternyata.. Lucu banget kalo inget inget itu. Kalau dipikir pikir itu ga sekalinya perkataan gue bener bener di kabulin Allah swt.. Yang pertama kalinya gue ucapin waktu masa masa SD, dulu gue sempet bilang pengen kuliah sambil kerja deh buat bantu orang tua. Karena dulu gue liat orang yang kuliah sambil kerja itu keren. Eh kesampean. Gue ngejalanin selama dua tahun malah.. Alhamdulillah.... Yang kedua setiap gue lewat Sudirman dan ngeliat ngeliat gedung tinggi gue cuma menggumam dalam hati "ya Allah pengen deh bisa kerja di perusahaan asing dan berkantor di gedung gedung tinggi itu" Padahal cuma iseng iseng ...

Effort is never betray you!

"Usaha yang lo lakuin ga mungkin menghancurkan lo" Itu kalimat dateng dari damar oktarini, sahabat bicis yang baru aja wisuda tanggal 12 agustus kemaren.. Setelah kita berdiskusi mengenai susahnya mencari sebuah pekerjaan setelah lulus. Masing masing ditolak sana sini karena beberapa kriteria yang ditetapkan ga masuk kualifikasi dari kami... Sedih ga sih? Awalnya iya. Lama lama terbiasa.. Dari pembicaraan itu mengalir lah dukungan baik dari damar maupun gue sendiri.. Intinya kekurangan gue sama damar adalah social life kita yang kurang. Ditambah gue.. Fisik yang ga secakep damar..hiks.. Tapi dalam hati sih tetep yakin.. Pasti ada perusahaan nanti yang mencari isi otak gue, kemampuan gue, bukan wajah gue... Itu yang selalu gue ulang ulang dalam pikiran gue sekarang.. Kemudian sampai pada saat kemarin begitu gue mendapatkan telfon untuk psikotes oleh sebuah perusahaan pada hari jumatnya, gue tolak. Karena bentrok sama jadwal gue bantu mama yang ada acara a...

Sebuah telefon.

Pagi itu setelah kerjaan membersihkan rumahku selesai aku bermaksud untuk istirahat sejenak. Di kasur yang baru dibeli setahun lalu di event tahunan jakarta itu aku merebahkan badan.. Niatku untuk membaca buku yang sudah lama kubeli namun ternyata tidak menimbulkan rasa penasaranku muncul itu sedikit kupaksakan untuk dibaca.. Tiba tiba telepon itu masuk. Melihat namanya di layar seketika membuat senyumku mengembang seperti adonan kue. Sahabat lama.. Sahabat laki laki ku satu satunya yang kumiliki sejak smp. Sahabat yang ku panggil babon.. Dan tak pernah sedikitpun marah padaku sama sekali dengan julukan itu.. Dia keren sekarang. Kuliah di tempat yang bergengsi Sekarang dia ditugaskan di indonesia bagian timur, papua. Sekalipun dia belum penuh bekerja, seenggaknya dia di bawah instansi yang sangat berpengaruh di sini. :D Semalem sebelumnya dia membuat status yang agak menggelikan sih sebenarnya di blackbery messangersnya... Dan hal itu membuatku penasaran.. Dan akhi...