Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #puisi

Ibuku

Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya, ia selalu bawel menanyakan keadaanku.. Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya, ia selalu memarahiku ketika aku berbuat salah lalu bercanda lagi denganku.. Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya, ia selalu ingin berada di dekatku.. Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya ia selalu memberitahuku cara mengerjakan pekerjaan rumah yang benar.. Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya ia selalu cemas dan cenderung marah ketika aku belum sampai rumah pada jamnya.. Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya, ia selalu ngomel melihatku bermalas-malasan dirumah.. Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya ia selalu memasakan kesukaanku Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya ia selalu mau mencucikan bajuku, walaupun aku sudah berusaha mencegahnya. Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya setiap hari ia tidak pernah luput mendoakanku.. Ibuku terlalu mencintaiku.. Buktinya, ia selalu ingin tahu teman temanku, bahkan pasanganku.. Ibuku terlalu mencintaiku.. Bu...

Uang

Membaca caption dari instagramnya Mbak @Suciutami membuat saya gateel banget buat nulisnya. Sebuah puisi yang dituliskan oleh Uang sebagai teguran dan peringatan untuk kita.  Sebuah Ironis... Oke, mari kita mulai.. "Namaku : UANG (suka dipanggil DUIT alias FULUS alias MONEY) Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah namun aku mampu merombak tatanan dunia. Aku juga bisa "merubah perilaku" bahkan "sifat manusia" karena manusia mengidolakan aku. Banyak orang merubah kepribadiannya,mengkhianati teman, menjual tubuh bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku! Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, yang menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina . A ku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku. Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara gara aku, kakak dan  adik beradu dan saling benci karena aku. Anak dan orang tua berselisih gar...

Jatuh cinta diam diam

Kamu tahu ketika kamu sedang jatuh cinta. Hanya bayangan orang itu yang ada di benakmu.. Kamu tahu ketika kamu sedang jatuh cinta.. Kamu ingat percakapan mu sedetail itu dengan orang itu.. Kamu tahu ketika kamu sedang jatuh cinta.. Kamu selalu berusaha dekat dengan yang kamu cintai.. Kamu tahu ketika kamu sedang jatuh cinta.. Waktu seakan sebentar ketika bedua dan yang kamu inginkan adalah perpanjangan waktu.. Kamu tahu ketika kamu sedang jatuh cinta.. Senyummu lebih mengembang bahkan lebih dari adonan kue.. Kamu tahu ketika kamu sedang jatuh cinta.. Kamu selalu ingin tahu banyak tentangnya, tapi kamu selalu takut untuk memulainya.. Kamu tahu ketika kamu sedang jatuh cinta.. Kamu rela meluangkan waktumu yang sempit hanya untuk meluaskan waktumu bersamanya.. Kamu tahu ketika kamu sedang jatuh cinta jatuh cinta.. Kamu tahu ketika kamu jatuh cinta.. Kamu diam diam mendoakannya dari jauh.. Mengharapkan jodohmu itu adalah dia.. Meminta bahkan mengemis kepada Tu...

Sebuah Rasa Yang Bernama Cinta

Sebuah rasa yang bernama cinta. Hai rasa, Akupun saat ini masih tidak tahu harus menyebut apa untuk kamu.. Untuk kamu yang kurasakan tiap detik.. Untuk kamu yang diam diam selalu kumimpikan.. Apakah ini engkau? Atau hanya sebatas ilusi ku semata karena rasa ingin merasakan rasa itu lagi. Hai rasa, Sejujurnya aku takut memulai lagi. Takut akan rasa sakit itu datang kembali.. Rasa bergetar di dalam dada ini disebut apa ketika aku sedang bersamanya? Tak tahukan aku sesungguhnya tidak pernah mengharapkan lebih dari sekedar berpapasan? Bertegur sapa dan melempar canda? Kau memberikanku lebih dari itu. Hal yang sangat ingin ku lakukan. Hai rasa, Bisa tidak engkau tidak keluar dulu sekarang? Bisa tidak engkau lebih tersimpan lagi di dalam relung hati ini? Bisa tidak engkau bersembunyi di balik motivasiku untuk menjadi lebih baik lagi? Tak bisakah engkau rasa? Teruslah dan tetaplah engkai bersembunyi. Hai rasa, Untukmu saat ini aku sangat pesimistic.. Aku tidak mau...