Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label TereLiye

Tere Liye : Berjuta Rasanya

Assalamualaikum! Sedih deh, ternyata sepanjang bulan Juni kemarin cuma bisa nge-post empat tulisan. Huhuhu. Padahal kan targetnya nge-post tulisan dua har Kalau kemarin sempat me-review tempat makan, sekarang mau mereview buku. Buku atau yang lebih tepatnya kumpulan cerita pendek yang mau saya review itu bukunya Tere Liye yang berjudul Berjuta Rasanya. Baru baca banget ? Iya. Ini penampakannya. Penerbitnya dari Republika. Okay, Ini buku kedua dari Tere Liye yang saya baca. Dan saya tetap suka dengan gaya tulisan yang ia buat dalam setiap bukunya. Didalam kumpulan cerita pendek ini, Tere Liye mencoba mengutarakan berbagai perasaan dari berbagai sisi. Makanya diberi judul Berjuta Rasanya. Terdapat 15 cerita pendek yang menurut saya sih, lumayan menyentuh. Pelajaran yang didapatkan melalui kata-kata di dalamnya sangatlah mengena. Mungkin enggak semua kata-kata bagus dalam cerpen di dalamnya bisa saya tulis disini, namun ada beberapa yang benar-benar berkesan untuk saya. ...

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Begitu baca judulnya yang terlintas di kepala saya adalah "ini pasti novelnya berat".. Tapi ya ternyata saya ditempeleng oleh kata kata "Dont judge the book by the cover".. Ringan. Asli. Setiap kata yang dituliskan Darwis Tere Liye itu sungguh penuh makna. Selalu cantik. Walaupun endingnya saya tidak terlalu menyukai tapi jalan cerita yang dituliskan melalui kata-katanya membuat saya melupakan ketidak-enakan ending cerita tersebut. Cerita ringan mengenai kehidupan sosial, keluarga, cinta dan harapan dikemas menjadi sebuah alur yang sangat sangat tidak terduga. Kalau saya sudah membaca cerita seperti ini biasanya akan lupa diri. Waktu bisa saya sangat singkat ketika sibuk membolak balikan halaman demi halaman demi ujung cerita yang tidak terlintas sejak awal. Oke. Cerita tentang sepasang kakak beradik yang bernama Tania dan Dede adiknya yang masih berusia sebelas dan delapan tahun harus bekerja demi makan. Mereka pengamen jalanan. Lalu suatu saat...