Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Blogging

Intisari di tahun dua ribu lima belas ala Nourma.

Di tahun 2015.. Saya resign dari pekerjaan lama. Di tahun 2015.. Saya diterima bekerja di tempat sekarang.. Di tahun 2015.. Saya diwisuda untuk gelar sarjana psikologi setelah lulusnya tahun 2014 lalu.. Di tahun 2015.. Saya mendapatkan pacar.. Di tahun 2015.. Saya putus dari pacar.. Di tahun 2015.. Saya baru membaca Dilan-nya Pidi Baiq, Surat Untuk Rose-nya Bezbara, Sabtu Bersama Bapak- nya Aditya Mulya dan Melbourne-nya Winna Efendi. Di tahun 2015.. Saya berusia dua puluh dua tahun. Sesederhana itu tapi bisa seamazing itu. Saya mendapatkan kedua hal yang saling betabrakan di tahun yang sama. Di saat saya sedih, nyatanya saya juga merasakan hal yang menyenangkan. Disisi lain, Di saat saya merasakan bahagia-nya jatuh cinta lagi, saya harus menelan kecewa-nya patah hati. Tapi... Meskipun harus babak belur di akhir tahun, saya siap kok untuk berbahagia kembali di tahun ini. Meskipun harus kecewa karena pernah menematkan harapan yang sederhana kepada orang yan...

Latepost : Review Bulan Terbelah Di Langit Amerika

Bulan Terbelah di Langit Amerika. Karya Hanum Salsabila Rais & Rangga Almahendra Gramedia, 355 halaman. Awal mendengar judul novelnya dari seorang Mbak Novia, saya sempat mengerinyitkan kening. Berat sekali sepertinya jalan cerita yang disuguhkan dalam novel itu. Tapi katanya bagus banget. Berhubung belum sempat membeli yaudah lah. Dan saya cenderung membeli karya orang luar dibanding karya anak negeri jadinya benar benar terlewatkan. Sampai pada akhirnya saya menemukan sosok yang bisa diajak untuk sharing buku atau novel di kantor. Dia merekomendasikan novel ini untuk saya baca. Finaly!!! Barter kok kita. Saya meminjamkan novel Tere Liye ke dia juga. Enggak Cuma asal minjem Heheheh. Yang saya buka pertama kali adalah “tentang penulisnya”. Saya baru tau dia ini juga yang membuat 99 cahaya di langit eropa toh. Dia dan suaminya sama sama orang cerdas, menurut saya. Gila belajar. Dalam hati berkata, wajar lah orang pinter jodohnya orang pinter juga. ...

Dua bulan nganggurin blog, ngapain aja?

Assalamualaikum. Sudah dua bulan terakhir ternyata dalam sebulan saya hanya sanggup menulis tiga judul postingan baru. Entah itu review buku ataupun tempat. Sekarang rasanya nyuri-nyuri waktu buat ngeblog ini susaaaah banget. Banyak hal sih yang mau dibahas, nyatanya ketika ide sudah mengalir, stuck di pikiran aja. Belum sempat tertulis, sudah lupa lagi. Demi apapun juga. Kesibukan saya dalam perkerjaan benar-benar menyita waktu dan tenaga banget. Selalu ada hal hal yang musti saya kerjakan. Kalau ditempat lama kan, masih ada waktu senggang, disempat-sempatin lah buat nge-blog. But, ya saya menikmati. Mungkin juga di lain waktu saya harus tulis dulu sebagai draft dalam blog. Supaya ketika waktunya ada, saya hanya tinggal melanjutkannya aja. Terus ngapain aja selama dua bulan kemarin sampai blog dianggurin ? Bulan Juni-Juli kemarin itu saya banyak melakukan silahturahim ke teman-teman lama. Berkumpul, bercerita tentang masa depan sekaligus melepas penat dengan Haha-Hihi. Dan ...

Behind The Scene Of My Blogpost : May's IHB Blogspot Challenge

Menulis di blog itu tidak pasti, terkadang ide bisa bermunculan deres seperti air namun terkadang benar-benar stuck di satu titik dimana saya benar-benar kehabisan bahan untuk dibahas. Seperti kamu, kadang muncul terus hilang lagi, entah kemana. Eeeeaa... Namun, ketika ide itu sudah berterbangan di kepala biasanya saya langsung menumpahkannya dalam bentuk tulisan saat itu juga. Entah langsung di blog ataupun saya simpan sementara di note handphone. Niat saya jika ada yang ingin ditambahkan kan lebih mudah untuk di editnya nanti. Kalau ditanya bagaimana saya mendapatkan ide ataupun latar belakang dalam menuliskan sebuah tulisan itu sebenarnya bukan hal yang mudah di jawab. Karena saya sendiri tidak tahu darimana saya bisa menulis itu. Bercanda deng.. Hobi tulis menulis sebenarnya sudah saya dapatkan semenjak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, hanya mengandalkan pulpen/spidol warna-warni dan buku diary bergambar saya menumpahkan segala uneg-uneg dan perasaan saya waktu itu ...