Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Share

JAKARTA CLEAN UP DAY 2016

Assalamualaikum! Stelah rehat yang cukup panjang, akibat kekurangan ide buat nulis apa. Ya baru sekarang saya menulis kembali. Sibuk dengan rutinitas, terkadang pekerjaan bisa dibawa ke rumah benar benar cukup membawa dampak yang serius di dunia pernulisan. #Cieelah Jadi, tanggal 16 Oktober lalu, saya ikut event yang namanya Clean Up Jakarta. Apa itu Clean Up Jakarta Clean Up Jakarta Day adalah acara tahunan yang mempererat tali persaudaraan antara komunitas-komunitas, sekolah-sekolah, perusahaan-perusahaan dan banyak lagi dengan cara berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong.  Tujuan dari Clean Up Jakarta Day adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan terhadap bahaya dari pembuangan sampah sembarangan dan pentingnya proses daur ulang – dimulai dari kita sendiri, di lingkungan rumah atau pekerjaan. Visi kami adalah untuk menciptakan kesadaran bahwa setiap hari seharusnya menjadi Clean Up Jakarta Day, sambil membentuk masyarakat yang peduli dengan kota n...

Review : Lipstick (Revlon, Wardah dan Botanica)

Assalamualaikum! Sebenernya agak random juga ya untuk membahas review kali ini, karenaaa tadinya saya sudah muter muter buat nyari topic mengenai BB Cream dan CC Cream. Siapa tahu gitu ada juga yang merasa kebingungan dengan 2 jenis alas bedak ini mengenai jenis, manfaat dan kandungannya, seperti saya. Tapi malah nyasar untuk mereview 3 jenis lipstick yang akhir akhir ini saya gunakan. Maafkan kelabilan saya yaa teman! Hehehe. Okay, mari kita mulai dengan lipstick yang pertama :   Revlon Living Lipstick Sun Protective : Love That Pink. Salah satu jenis liptick yang tidak sengaja saya temukan ketika sedang iseng melihat lihat jenis liptick lain, bersama teman kantor. Berhubung saya memang sedang mencari warna Pink yang mayan ngejreng, akhirnya saya pilih warna ini. Jenis ini memang bukan tipekal lipstick yang tahan lama, atau awet. Biasanya, ketika saya oleskan pada pagi harinya, sekitar jam 10 atau 11 siang sudah pudar. Warnanya lucu, tapi di bibir saya tidak terlalu ...

Tere Liye : Berjuta Rasanya

Assalamualaikum! Sedih deh, ternyata sepanjang bulan Juni kemarin cuma bisa nge-post empat tulisan. Huhuhu. Padahal kan targetnya nge-post tulisan dua har Kalau kemarin sempat me-review tempat makan, sekarang mau mereview buku. Buku atau yang lebih tepatnya kumpulan cerita pendek yang mau saya review itu bukunya Tere Liye yang berjudul Berjuta Rasanya. Baru baca banget ? Iya. Ini penampakannya. Penerbitnya dari Republika. Okay, Ini buku kedua dari Tere Liye yang saya baca. Dan saya tetap suka dengan gaya tulisan yang ia buat dalam setiap bukunya. Didalam kumpulan cerita pendek ini, Tere Liye mencoba mengutarakan berbagai perasaan dari berbagai sisi. Makanya diberi judul Berjuta Rasanya. Terdapat 15 cerita pendek yang menurut saya sih, lumayan menyentuh. Pelajaran yang didapatkan melalui kata-kata di dalamnya sangatlah mengena. Mungkin enggak semua kata-kata bagus dalam cerpen di dalamnya bisa saya tulis disini, namun ada beberapa yang benar-benar berkesan untuk saya. ...

Sushi Burrito : Sushi Segede Gaban

Assalamualaikum. Well, Mau menakhlukan saya? Ajak saja saya makan sushi. Dijamin abis itu sayapun bahagia~~~ Loh. Sebagai "si doyan makan sushi" karena untuk menyebutkan "pencinta sushi" itu terlalu mainstream, wajar dong kalau ada kalanya kita mencoba untuk makan sesuatu yang baru dengan jenis yang sama. Mencoba untuk keluar dari zona nyaman nih ceritanya. Hari Jumat kemarin, saya dan sahabat SMA saya memutuskan untuk buka puasa bersama di luar. Karena kawasan kantor kami sangat dekat, akhirnya kami memilih untuk nencari tempat makan di kawasan Mall Pasific Place yang kebetulan dari tempat saya sangat sangat sangat dekat. Tinggal lompat aja sampai, istilahnya. Eh tapi saya berjalan juga sih kesananya. Ngiter-ngiter lantai empat terus kelima membuat kita kebingungan kan. Kebanyakan makanan korea saudara-saudara. Buat saya sih ndak masalah ya. Tapi buat sahabat saya itu masalah. Enggak doyan. Setelah melewati berbagai tahapan penyaringan kami memutusk...

#Review : The Age Of Adaline

Assalamualaikum! Hi! Its been a loooooong day without my post ya? Sekarang saya mencoba untuk me-review satu film yang baru saja keluar dan baru saja saya tonton beberapa waktu lalu. Judulnya The Age Of Adaline. Film bertemakan drama romantic yang enggak sengaja saya menyaksikan review-nya di televisi sebelum film tersebut keluar di bioskop. Buat kamu yang suka film drama, bukan suka "drama" loh ya, film ini lumayan bagus kok. Ceritanya sederhana banget. Tapi dibuat alurnya mundur-maju. Mari kita mulai! Intinya dalam review film tersebut adalah usia seorang wanita yang bernama Adaline tidak berubah. Tidak menua setelah dia mengalami suatu kecelakaan. Dan waktu terhenti disana. Bahkan anaknya beranjak senjapun, dia masih saja seperti itu. Berusia dua puluh sembilan tahun. Adaline Bowman yang dimainkan oleh Blake Lively, pada awalnya adalah seorang wanita biasa pada umumnya. Menikah dengan seorang pria, lalu melahirkan seorang anak perempuan. Tak lama kemudian s...

Baper-kah Saya?

"Jangan terlalu baper ah.." "Lo sekarang baper banget deh" Apasih baper? Menurut istilah kekinian baper adalah kondisi dimana seseorang selalu melibatkan emosi (entah itu marah, sensitif atau yang lainnya) ke dalam pergaulan sehari-hari.. Mungkin lucu sih, pada awalnya. Tapi sekarang saya mikir kata-kata tersebut kayak buat "tameng" supaya orang lain enggak sakit hati atau tersinggung dengan perkataannya yang mungkin menurutnya cuma bercanda. Iya, sejenis pengalihan isu. Menurut saya, setiap orang memiliki kadar/tingkatan sensitivitas yang berbeda-beda. Yang bisa saja berubah-ubah yang dia sendiri enggak bisa diprediksi. Nah, ketika mungkin saja candaan/perkataan itu datang ketika tingkat senstivitasnya lagi tinggi dan dia bisa tersulut bisa saja sih dia dibilang baper. Eh tapi tergantung juga bercandaan/perkataannya itu apakah bisa dianggap normal atau keterlaluan. Ribet sih. Iya. Tapi orang-orang sekarang udah mulai berkurang kepekaann...

Bekerja di media? Siapa Takut!

Assalamualaikum!  Rasanya sudah hampir dua minggu blog ini tidak ada update-an tulisan baru lagi. Habisnya terkadang waktu buat menulis sekarang sudah sedikit sekali. Begitu ada, saya lebih menggunakannya buat istirahat.  Alhamdulillahirrabal alamin.. Bismillahirrahmanirrahim.. Loh kenapa dua kalimat saya tulis berturut-turut? Yang pertama pastinya karena amat sangat bersyukur karena Allah SWT memberikan saya lagi-lagi rezeki yang tidak terduga melalui sebuah pekerjaan. Pekerjaan yang sesuai dengan passion saya, pekerjaan yang selama ini saya idam-idamkan dengan bekal yang sudah saya persiapkan dari pengalaman saya sebelumnya. Di bidang yang berbeda dengan sebelumnya. Lalu apa hubungannya dengan judul blog saya kali ini? Iya, saya saat ini sudah bekerja di sebuah media, tepatnya sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta. Salah satu perusahaan yang berada di bawah naungan Mahaka Group yang CEO nya adalah pemilik salah satuklub sepakbola Italia, Intermilan...

Menurut saya, mereka itu keren

Semua orang itu keren buat saya. Apapun profesi atau kerjaan mereka sehari-harinya. Siang itu saya entah kenapa sedikit termenung melihat-lihat apa yang ada di sekitar saya. Terutama pekerjaan. Sedikit banyaknya orang berfikiran bahwa yang keren itu adalah yang mereka memakai seragam pilot, atau seragam dokter atau kemeja dengan celana bahan slim fit yang memperlihatkan bentuk badan yang terawat dengan baik. Iya, saya pun termasuk. Saya menganggap bahwa keren itu identik dengan materi.  Walaupun tidak semua yang bermateri itu keren. Hanya saja seperti itu, meneruskan pola pikir orang-orang. Siang itu entah mengapa saya melihat petugas transjakarta itu keren, badan mereka tegap, menggunakan seragam dan berdiri sekaligus mengingatkan penumpang untuk turun. Walaupun mungkin sebagian dari kita berfikiran "yaelah cuma petugas transjakarta doang".. tapi mereka berani menegur penumpang yang tega membiarkan seorang ibu yang membawa anaknya berdiri sedangkan dia tert...

Deep Condolences For You, Rio!

As Manchester United fans, who doesnt know Rio Ferdinand? He was the most important player that Mu ever had. As the best defender in the world too, in my opinion. He spent almost of his carrer in Manchester United for twelve years. He never be replaced until when leaved the club one one year ago. He moved to Manchester United in 2012 by fantastic transfer as the highest pricey football player in that time. Manchester United is Rio and Rio is Manchester United. Both of them is never be separated.  Well, Rio Ferdinand-Nemandja Vidic is the best duet parner defender. And yeah, Manchester United became the unbeaten club in English Premier Language. Hahaha (its so excessive i know). He get fourteen trophies when he played in Manchester United. Six english premier league trophies, two league trophies, four trophies community shield, one champions league trophies and one club -  world cup trophy.  He known as family man too. He never touched by negative new...

Tujuh Tahun Untuk Selamanya...

Kami saling mengenal satu lama lain sejak duduk di kelas satu sekolah menengah atas di tahun 2007 lalu. Saya, Shinta dan Syarafina sekelas di kelas sepuluh-empat, sedangkan Septi dia berada di kelas sepuluh-tiga. Karena Septi dan Shinya memang teman dari sekolah sebelumnya, jadi ya saya kenal dia. Kami jadi sering menghabiskan waktu istirahat bersama di kantin. Saya, Shinta dan Septi lebih sering bertiga. Sering nongkrong juga di rumah saya waktu itu. Lalu seiring berjalannya waktu Syarafina ngikut saya deh, akhirnya jadilah kami berempat dengan nama 4s4t. Terdengar alay memang, tapi begitulah kami. Ohiya, nama 4s4t itu darimana munculnya? Itu dari SigeTeng, SinaTeng, SiKuTeng dan SiKriteng.. Si Gendut Tengil, Si Cina Tengil, Si Kurus Tengil dan Si Kriting Tengil. Sampai-sampai kami pernah memiliki binder kenegaraan untuk berempat dimana kami bisa saling curhat di binder itu. Apapun. Tapi kayaknya lebih banyak tentang cowoknya deh. Binder itu muter, dari yang tertua (Syarafina...

Antara Bis, Transjakarta dan Kereta Api

Buat kamu yang kemana-mana mengandalkan transportasi umum seperti saya, mana yang lebih kamu sukai? Bis-Angkot, Transjakarta atau Kereta Api? Sejak SD kelas 1 saya sendiri sudah terbiasa naik angkutan umum berupa microlet kecil berwarna biru yang bernomor kosong dua arah rawamangun-pangkalan jati untuk menuju sekolah saya dulu di daerah Pondok Bambu. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh saya belum mengeluhkan apa apa sih masalah angkot ini. Dulu ongkosnya lima ratus rupiah. Kebiasaan naik angkutan umum ini berlanjut hingga saya duduk di bangku sekolah menengah pertama di daerah buaran. Dari sini saya sudah mulai kenal dengan metromini. Jadi waktu itu alternatif pilihannya ada dua, kalau saya malas jalan kaki sedikit dari tempat pemberhentian angkutan nomor  dua puluh dua tersebut. Dulu ongkosnya sedikit lebih mahal angkot yang saat itu seribu lima ratus sedangkan metromini hanya seribu. Sekolah menengah atas mengharuskan saya naik angkut dua kali dari rumah. Karena angk...

Medical Representative

Sewaktu saya bekerja menjadi Sales Customer Opticians di Kimia Farma, tentunya melayani pelanggan itu adalah harus yang sebaik-baiknya. Lalu, yang saya ingat adalah ada laki-laki yang waktu itu katanya sedang menunggu dokter mampir ke tempat saya, melihat-lihat frame katanya. Sebagai sales di tempat tentunya saya sambut dong itu orang. Saya layani sebaik-baiknya. Eh ternyata dia cuma melihat-lihat saja. Begitupun dengan besok-besoknya. Lama lama saya KZL juga kan. Akhirnya saya berani untuk bertanya masnya ini siapa. Terus dia menjawab saya dari Ka*Be. Waktu itu saya enggak ngeh, tapi memang begitu dokter umum yang buka praktek di Kimia Farma datang, biasanya dia buru-buru langsung menemuinya. Nah. Itu perkenalan saya yang pertama dengan seorang Medical Representative. Lalu, saya juga kebetulan dekat dengan SPG yang ada di apotek saat itu. Cerita-cerita lah kita. Salah satu SPG mengaku adiknya menjadi MR sekarang dan udah tajir. Punya motor bahkan. Saya bingung kan dengan is...

Sarjana Psikologi

Alhamdulillah Alhamdulillah.. Alhamdulillah... Cuma kata kata itu yang keluar dari hati ketika mendengar "ya, selamat kamu lulus dengan nilai A" Di ruangan tertutup itu gue ga sempet mengenali perasaan apa itu sebenarnya.. Yang jelas setelah mendengar kata kata itu diucapkan gue SPEECHLESS... Sampai pas ditanya "IPK kamu terakhir berapa?" Gue jawab... "3,39 pak." Entah muncul drmana gue bisa setenang itu, seberani itu dan terus menebarkan senyum setengah memaksa sih sebenernya haha.. Dan gue salim sama tiga dosen itu. SALIM... Pak Adi Kristiawan.. Pak Kuncono Teguh. Pak Setiadji (Ketua dewan Penguji saat itu) Ya Allah.. Beginikah ujung perjuangan itu.. Dan awal dari perjuangan yang lainnya.. Beginikah akhir dari apa yang selama ini gue kejer selama 4 bulan terakhir.. Beginikah rasanya puas maksimal itu.. Beginikah rasanya amazing sama diri sendiri itu? Intinya sih hari itu gue bahagia. Bahagia karena bisa menyelesaika...

Hello September

Oke rencana liburan ke malang bulan september ini harus gue kubur dalem dalem.. Ke tempat yang gue pengen dari awal. Huhuhu.. Ya karena memang kondisi yang ga memungkinkan.. Tapi ini gara gara gue juga kali ya ngomong sembarangan makanya di acc Tuhan.. "Gue ga apa apa deh wen liburan batal yang penting gue udah dapet kerja" Huahaha Dikabulin ternyata.. Lucu banget kalo inget inget itu. Kalau dipikir pikir itu ga sekalinya perkataan gue bener bener di kabulin Allah swt.. Yang pertama kalinya gue ucapin waktu masa masa SD, dulu gue sempet bilang pengen kuliah sambil kerja deh buat bantu orang tua. Karena dulu gue liat orang yang kuliah sambil kerja itu keren. Eh kesampean. Gue ngejalanin selama dua tahun malah.. Alhamdulillah.... Yang kedua setiap gue lewat Sudirman dan ngeliat ngeliat gedung tinggi gue cuma menggumam dalam hati "ya Allah pengen deh bisa kerja di perusahaan asing dan berkantor di gedung gedung tinggi itu" Padahal cuma iseng iseng ...

Effort is never betray you!

"Usaha yang lo lakuin ga mungkin menghancurkan lo" Itu kalimat dateng dari damar oktarini, sahabat bicis yang baru aja wisuda tanggal 12 agustus kemaren.. Setelah kita berdiskusi mengenai susahnya mencari sebuah pekerjaan setelah lulus. Masing masing ditolak sana sini karena beberapa kriteria yang ditetapkan ga masuk kualifikasi dari kami... Sedih ga sih? Awalnya iya. Lama lama terbiasa.. Dari pembicaraan itu mengalir lah dukungan baik dari damar maupun gue sendiri.. Intinya kekurangan gue sama damar adalah social life kita yang kurang. Ditambah gue.. Fisik yang ga secakep damar..hiks.. Tapi dalam hati sih tetep yakin.. Pasti ada perusahaan nanti yang mencari isi otak gue, kemampuan gue, bukan wajah gue... Itu yang selalu gue ulang ulang dalam pikiran gue sekarang.. Kemudian sampai pada saat kemarin begitu gue mendapatkan telfon untuk psikotes oleh sebuah perusahaan pada hari jumatnya, gue tolak. Karena bentrok sama jadwal gue bantu mama yang ada acara a...

emangnya mudah menjadi seorang perempuan?

Emangnya mudah menjadi seorang perempuan.. Judul sekarang dapet inspirasi dari busway.. Iya pagi pagi ini saya pergi ke suatu tempat naik kendaraan itu.. Kebetulan penuh dan saya harus berdiri sembari berdesak desakkan dengan yang lain.. Saya berkaca... Emangnya enak jadi perempuan... Menahan sekian lama sakit cenat cenut di kaki akibat heels atau wedges 7 cm itu? Berlama lama di depan kaca untuk memantaskan dirinya agar tampil menarik di depan orang? Harus bisa seenggaknya sebagian dari pekerjaan rumah? Wajib Memintarkan diri pula, karena gen cerdasnya seorang anak itu dari seorang ibu? Menahan ga enaknya perut selama haid ditambah emosi yang ga kekontrol? Membawa bawa anak dalam perutnya selama sembilan bulan? Menahan sakitnya dan bertaruh nyawa ketika melahirkan? Masih harus berangkat pagi untuk bekerja demi membantu suami? Mungkin itu cuma sebagian kecil dari fakta yang terlihat di sekitar saya saat ini.. Buat perempuan yang dianugrahi tinggi semampai mungkin g...