"Jangan nyari yang mau nerima kekurangan kita aja, sedangkan kita sendiri ga bisa nerima kekurangan orang lain." "udahlah, gue juga paling jadi dicuekin juga akhirnya..." Sampe gue dibilang fakgirl, anjim. Ngakak sih, seriusan. Kalo fakgirl ya manfaatin lakik kan? Terus ngilang? Gue manfaatin darimananya? Kalo ketemuan juga gue share bill, ga minta anter jemput. Kalimat kalimat yang menampar siang itu, menyinggung dan melukai ego gue. Kalimat itu engga salah, tapi ya tetap saja menyakitkan. Sounds lebay rite? Tapi enggak apa. Terserah yang baca aja. Jujur, gue pun enggak ngerti sih apa yang gue mau, terutama soal pasangan hidup. Gue pernah bilang kalo engga salah, cukup yang mau nerima kondisi gue sekarang aja, dan dia mau kerja keras, Eh tapi beberapa ketemu yang (sepertinya) bisa nerima kondisi gue tapi guenya langsung menghindar. Mau sampai kapan? Guepun bertanya tanya terus ke diri gue sendiri. Dua kali gue dicomblangin atau dikenalin sama cowok, selalu akhirn...
Tempat dimana aku belajar menulis.