Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Love

A Person.

Saya kenal sosok ini kurang lebih satu tahun lalu, di menjelang akhir 2015 lalu. Ketika itu dia dan temannya mendatangi tempat saya untuk mengambil formulir cuti yang memang disediakan di tempat saya. Iseng. Modus awal yah, ngobrol kayak biasa. Kemudian tukeran akun socmed dan nomor handphone yang ternyata kelanjutannya menjadi panjang. Saat itu, saya sedang mengalami patah hati, kecewanya di duakan. Yah, saya juga heran sih, kenapa bisa suka sama orang kayak gitu.  Ternyata enggak menjamin juga kalau pendidikan tinggi, attitude juga baik.   Ada beberapa orang seperti itu, mantan saya salah satunya.  Bukan mantan juga sih, Sempet deket aja :))))) Ya...balik lagi ke sosok ini. Karena kebetulan saya saat itu sendiri, ya saya ladeni aja sebagai teman ngobrol. Lumayan kan, jadi enggak berasa abis diduain sama orang. Kemudian berlanjut ke sesi curhat curhatan.  Sebelumnya juga karena kontrak kerja doi udah habis jadi sering berhubungan gitu ka...

#Review : The Age Of Adaline

Assalamualaikum! Hi! Its been a loooooong day without my post ya? Sekarang saya mencoba untuk me-review satu film yang baru saja keluar dan baru saja saya tonton beberapa waktu lalu. Judulnya The Age Of Adaline. Film bertemakan drama romantic yang enggak sengaja saya menyaksikan review-nya di televisi sebelum film tersebut keluar di bioskop. Buat kamu yang suka film drama, bukan suka "drama" loh ya, film ini lumayan bagus kok. Ceritanya sederhana banget. Tapi dibuat alurnya mundur-maju. Mari kita mulai! Intinya dalam review film tersebut adalah usia seorang wanita yang bernama Adaline tidak berubah. Tidak menua setelah dia mengalami suatu kecelakaan. Dan waktu terhenti disana. Bahkan anaknya beranjak senjapun, dia masih saja seperti itu. Berusia dua puluh sembilan tahun. Adaline Bowman yang dimainkan oleh Blake Lively, pada awalnya adalah seorang wanita biasa pada umumnya. Menikah dengan seorang pria, lalu melahirkan seorang anak perempuan. Tak lama kemudian s...

Tentang Kesendirian

Usia sudah masuk dua-dua dan lo masih jomblo? Hahaha . Kalau kamu diusia yang sama atau lebih terus pernah mendengarkan suara suara hati (cieelah) yang mengejek seperti itu, kamu bisa apa? Eh, enggak kepengen galau sih. Tapi lebih kepada warning aja buat diri sendiri yang kalau memang bercita-cita untuk menikah muda tapi kok saat ini belum mendapatkan sosok itu. Sabar. Terus dengan semakin banyaknya undangan pernikahan yang saya terima akhir-akhir ini membuat saya berfikir "sudah setua itukah saya sekarang?" Terlalu naif sih kalau saya mengatakan saat ini saya nyaman dengan kesendirian. Di sisi lain sudah timbul keinginan untuk mempunyai hubungan dengan lawan jenis. Tapi kembali lagi ke hati nurani saya yang bertanya menginginkan hubungan seperti apa saya sekarang. Kalau hubungan hanya sekedar menunjukan ke orang-orang bahwa kita "laku" sepertinya eeuuuh banget. Atau hubungan hanya sekedar pemanis media sosial kita sendiri rasanya juga tidak dewasa bange...

Hanya sekilas kenangan

Masih teringat di benakku ketika aku dapat melihatnya sedekat itu. Dari sisi samping. Menatapnya sambil tersenyum tipis. Melihatnya mengucapkan beberapa kata, menggodaku. Atau sekedar memainkan ponsel barunya. Melihat beberapa media sosialnya lalu memasukannya kembali ke dalam saku kemeja kerjanya. Atau sekedar melihat tangannya menggosokan hidungnya, ciri khas dia. Dengan tas ranselnya yang dapat dikatakan besar itu dia membawanya di depan. Ketika kami sedang menunggu di peron stasiun yang bernamakan salah satu pahlawan nasional Republik Indonesia itu. Masih teringat jelas juga ketika kami duduk di pelantaran stasiun dan berbagi kacang dari mangkuk bubur ayam yang saya tidak sukai namun berikan juga oleh abangnya. Alhamdulillah dianya suka. Kacang itu tidak mubazir sih jadinya. Bahkan masih jelas di ingatan saya bagaimana cara dia makan , melihatnya dari depannya secara langsung.  Ingatanku ini masih baik benar fungsinya mengingat setiap kejadian yang meninggalkan ...

Sebuah telefon.

Pagi itu setelah kerjaan membersihkan rumahku selesai aku bermaksud untuk istirahat sejenak. Di kasur yang baru dibeli setahun lalu di event tahunan jakarta itu aku merebahkan badan.. Niatku untuk membaca buku yang sudah lama kubeli namun ternyata tidak menimbulkan rasa penasaranku muncul itu sedikit kupaksakan untuk dibaca.. Tiba tiba telepon itu masuk. Melihat namanya di layar seketika membuat senyumku mengembang seperti adonan kue. Sahabat lama.. Sahabat laki laki ku satu satunya yang kumiliki sejak smp. Sahabat yang ku panggil babon.. Dan tak pernah sedikitpun marah padaku sama sekali dengan julukan itu.. Dia keren sekarang. Kuliah di tempat yang bergengsi Sekarang dia ditugaskan di indonesia bagian timur, papua. Sekalipun dia belum penuh bekerja, seenggaknya dia di bawah instansi yang sangat berpengaruh di sini. :D Semalem sebelumnya dia membuat status yang agak menggelikan sih sebenarnya di blackbery messangersnya... Dan hal itu membuatku penasaran.. Dan akhi...

😄😄

Ini cerita terakhir saya deh buat masalah cinta cintaan lagi. Besok saya akan berusaha mencari topik lain. Hehehee.... Tentang seorang sosok... Malam ini saya bercerita mengenai seseorang yang pernah saya kagumi selama itu. Sosok yang mampu bikin saya kesengsem karena begitu lembutnya dan kuatnya argumen yang dikeluarkan ketika saya bertanya sesuatu... Sosok yang sangat menghargai wanita. Karena selama saya berteman dengannya tidak pernah sekalipun saya disentuhnya.. Sosok yang tidur di larut malam. Dan bangun di pagi buta. Sosok yang selalu ada ketika saya butuh sesuatu (buku) Sosok yang tidak pernah menjudge saya apapun.. Sosok yang tidak aktif di sosial media twitter. Tapi aktif di ukm kampus. Saking aktifnya serasa kampus adalah rumahnya kayaknya. Sosok yang kalem.. Tidak terlalu banyak bicara. Sosok yang berperawakan kecil, dan kurus. Serta berkulit gelap. Dengan tas punggung yang selalu ia bawa kemana mana.. Sosok yang pernah saya banggakan kemana mana saya ...