Langsung ke konten utama

Hello, Matteo Darmian!



Kamu suka sepak bola?

Sama, saya juga.

Kamu suka pemain bola?

Sama, saya juga.

Kamu suka Manchester United?

KITA SEHATI!

Huehehehe.

Buat kamu  yang sukaaaa banget sama Manchester United, you know lah siapa Matteo Darmian itu.
Pemain MU yang baru dibeli pada bursa musim panas ini dengan biaya transfer sebesar 13 juta poundsterling atau 20 juta euro atau 296 milyar rupiah dari klub sebakbola Italia,Torino.

Darmian sendiri pemain  yang berposisi sebagai bek kanan, direkrut oleh Van Gaal untuk menggantikan posisi Rafael Da Silva sebelumnya. Sebelumnya mana tau gue, dia itu siapa. Ternyata ini loh Darmian.

Dari segi usiapun, gue rasa MU cukup jeli membeli pemain yang masih muda, secara dia masih 25 tahun gitu loh, masih panjanglah (semoga) karirnya dia di dunia sepakbola.

Dan dari segi fisik.

Dia ganteng.


HAHAHAHAH.

Tapi balik lagi ke skill lah ya, setelah bergabung dari awal musim ternyata gaya permainan doi cukup cocok lah di MU. Terbukti kan dia hampir selalu menjadi stater. Apalagi di bulan Agustus kemaren doi jadi pemain terbaik MU. Uwooooh!

Se-peng-lihat-an gue juga selama dia bermain, doi cukup impressive lah dalam mempertahankan daerah pertahanan MU, juga membantu menyerang ke depan.

Jadi, muka cakep + skill mumpuni itu sempurna buat pemain bola (apasih)....

Profil Matteo Darmian
 
Date Of Birth : Dec, 2 1989
Place Of Birth : Legnano, Italy
Age : 25 yo
Heigh : 1,82
Nationality : Italy
Position : Defence -Right- Back

                                               The previous club : AC Milan, Palermo, Torino


























Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASUS Vivobook Pro 14 OLED M3400

  Asus. Hem, pertama kali denger di telinga apa sih yang nyantol di kepala kalian? Honestly, kalo gue langsung kepikiran "brand yang tahan banting" sih. Bukan apa apa, sejarah handphone gue dengan merk tersebut bener bener membuktikan hal itu.  Saat itu, hp gue b ener-bener lompat dan terjatuh dari motor pas jalan, dan masih baik baik aja. Akhirnya mati total ya karena kecemplung di air. Sedih gue tuh.. Eh, kita skip deh ya curcolnya. Yang mau gue bahas di sini itu adalah tentang laptopnya . Dari brand yang sama, Asus.   ASUS Vivobook Pro 14 OLED M3400   Well, produk ini adalah produk terbaik asus untuk di kelasnya. Pada sadar kan? Bahwa semenjak pandemi dan semenjak menjamurnya kehidupan WFA ataupun hybrid system di kalangan akademisi ataupun karyawan perkantoran, kebutuhan akan laptop dengan daily driver yang bertenaga itu tumbuh secara significant?   Dan ASUS Vivobook Pro 14 OLED M3400 bisa jadi adalah jawaban untuk kebutuhan itu sendir...

Day 3 - A Memory

Ku berjalan di pinggir trotoar sebuah kawasan megah di Jakarta, menunggu mu menjemputku untuk pulang bersama, Kamu tahu, itu pertama kali kita menjalin hubungan diam diam. Kamu masih bersama dia dan hubunganmu yang bermasalah. Dan aku, sendiri. Lamban laun, kamu menyelesaikan hubungan itu dan menjalani hubungan dengan ku tanpa harus diam diam lagi, orang orang kantor pun tahu. Aku tahu, resiko ku saat itu sangat besar, mengambil seseorang yang bukan milikku. Tapi saat itu, dengan segala usaha yang kamu lakukan, berhasil meluluhkan hati seorang nourmalita zianisa. Aku juga teringat, betapa aku masih egois untuk bergantung sama kamu, semuanya harus sama kamu. Survey kost2an saat itu, kondangan, apapun, padahal aku tahu, bergantung itu tidak baik, dan terbukti saat ini, waktupun belum bisa menyembuhkan atau melupakan semua kenangan itu. Karena belum ada kenanga lainnya yang akan menimpaya. Ditambah, kamu yang setiap minggu menjemputku ketika kita mencoba menjalani hubungan jarak jauh. Yan...

Graduation Day. *foto yang lain menyusul*

Jakarta Convention Centre, 19 Desember 2015 Dear Allah, Alhamdulillah. Untuk segala nikmatMu selama ini. Alhamdulillah. Untuk segala ridhoMu pada kemudahan di setiap jalan yang saya lalui. Alhamdulillah. Hari ini, melengkapi satu tahun tiga bulan yang lalu. Hari ini, melengkapi kebanggan saya. Hari ini, menjadi tempat pembuktian saya kepada kedua orang tua saya. Saya berhasil, papa. Saya berhasil, mama. Putri pertama kalian berhasil melewati satu tahap kehidupan. Baru melewati satu tahap. Kedepannya masih banyak tahapan yang harus dilewati. Sendirian. Tanpa suntikan dana ataupun bantuan tenaga kalian. Tapi usaha sendiri. Pemikiran sendiri. Saya mungkin bukan yang terbaik. Saya hanya duduk di bangku depan. Bukan yang terdepan. Tapi percayalah, saya sudah mengusahakan yang terbaik. Hanya IPK 3,42 yang mampu saya berikan. Bukan 3,59 atau bahkan 4. Saya berharap terlepas dari berapapun nilai saya, kalian bangga terhadap saya. Dear Mama, Papa. Ak...