Langsung ke konten utama

Outfit Of The Day : Gamis


Assalamualaikum!

Pertama kali agak kaget juga sih begitu ibu saya menawari saya untuk memakai gamis ke kantor...

"Mak, mau pake gamis enggak ke kantor? Mama kok lihat kalau si itu selalu pakai gamis ke kantor bagus ya?"
Lalu sempet terfikir juga sih, kan saya pendek. Bukannya kalau memakai gamis makin keliatan bogel-nya ?
Lalu ibu saya mulai nmyerocos lagi..

"Si itu kan pendek mak, kamu coba deh"

"Oke ma, mau deh nourma."

Lalu ibuku mengajak untuk masuk ke kamar dimana ia ternyata diam diam telah membelikan dua gamis untuk pakaian kerjaku.
Satu berwarna orange-hitam dan satu lagi berwarna pink fanta gitu.

"Yang orange itu kayaknya bagus deh mak di kamu. Ngepas di badan gitu tapi ga ketat kok. Nah kalau yang pink itu ukurannya agak besar."

Sial. Kataku dalam hati. Sungguh hati tertarik pada gamis yang berwarna pink itu, tapi setelah dicoba memang kebesaran. Yang ada malah ngepel lantai. Yang orange justru ngepas dari segi lebar dan panjangnya.

Finally, sayapun memutuskan untuk mencoba memakai gamis ke kantor.
Nyaman sih. Enggak ribet juga.
Bahannya sih ya tergantung. Tapi, ibu saya memang pinter banget buat milihin baju dengan bahan yang pas :))

Foto #OOTD nya di kantor yaa.. mumpung sepi. Hihi..
Maaf juga mukanya lagi jerawatan. Tapi bodo amat :p






Memakai gamis juga membuat bentuk tubuh lebih tirus daripada aslinya loh. Mungkin karena ketutupan kali ya..
Tapi berdasarkan komentar orang-orang di kantor waktu itu sih di saya bagus, keliatan langsing katanya. (((Katanya)))

Edisi Tongsis saat Bu Manager tidak ada :))

Ki-Ka : Mbak Ade, Mbak Nadia, Mbak Rina, Saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASUS Vivobook Pro 14 OLED M3400

  Asus. Hem, pertama kali denger di telinga apa sih yang nyantol di kepala kalian? Honestly, kalo gue langsung kepikiran "brand yang tahan banting" sih. Bukan apa apa, sejarah handphone gue dengan merk tersebut bener bener membuktikan hal itu.  Saat itu, hp gue b ener-bener lompat dan terjatuh dari motor pas jalan, dan masih baik baik aja. Akhirnya mati total ya karena kecemplung di air. Sedih gue tuh.. Eh, kita skip deh ya curcolnya. Yang mau gue bahas di sini itu adalah tentang laptopnya . Dari brand yang sama, Asus.   ASUS Vivobook Pro 14 OLED M3400   Well, produk ini adalah produk terbaik asus untuk di kelasnya. Pada sadar kan? Bahwa semenjak pandemi dan semenjak menjamurnya kehidupan WFA ataupun hybrid system di kalangan akademisi ataupun karyawan perkantoran, kebutuhan akan laptop dengan daily driver yang bertenaga itu tumbuh secara significant?   Dan ASUS Vivobook Pro 14 OLED M3400 bisa jadi adalah jawaban untuk kebutuhan itu sendir...

Day 3 - A Memory

Ku berjalan di pinggir trotoar sebuah kawasan megah di Jakarta, menunggu mu menjemputku untuk pulang bersama, Kamu tahu, itu pertama kali kita menjalin hubungan diam diam. Kamu masih bersama dia dan hubunganmu yang bermasalah. Dan aku, sendiri. Lamban laun, kamu menyelesaikan hubungan itu dan menjalani hubungan dengan ku tanpa harus diam diam lagi, orang orang kantor pun tahu. Aku tahu, resiko ku saat itu sangat besar, mengambil seseorang yang bukan milikku. Tapi saat itu, dengan segala usaha yang kamu lakukan, berhasil meluluhkan hati seorang nourmalita zianisa. Aku juga teringat, betapa aku masih egois untuk bergantung sama kamu, semuanya harus sama kamu. Survey kost2an saat itu, kondangan, apapun, padahal aku tahu, bergantung itu tidak baik, dan terbukti saat ini, waktupun belum bisa menyembuhkan atau melupakan semua kenangan itu. Karena belum ada kenanga lainnya yang akan menimpaya. Ditambah, kamu yang setiap minggu menjemputku ketika kita mencoba menjalani hubungan jarak jauh. Yan...

Graduation Day. *foto yang lain menyusul*

Jakarta Convention Centre, 19 Desember 2015 Dear Allah, Alhamdulillah. Untuk segala nikmatMu selama ini. Alhamdulillah. Untuk segala ridhoMu pada kemudahan di setiap jalan yang saya lalui. Alhamdulillah. Hari ini, melengkapi satu tahun tiga bulan yang lalu. Hari ini, melengkapi kebanggan saya. Hari ini, menjadi tempat pembuktian saya kepada kedua orang tua saya. Saya berhasil, papa. Saya berhasil, mama. Putri pertama kalian berhasil melewati satu tahap kehidupan. Baru melewati satu tahap. Kedepannya masih banyak tahapan yang harus dilewati. Sendirian. Tanpa suntikan dana ataupun bantuan tenaga kalian. Tapi usaha sendiri. Pemikiran sendiri. Saya mungkin bukan yang terbaik. Saya hanya duduk di bangku depan. Bukan yang terdepan. Tapi percayalah, saya sudah mengusahakan yang terbaik. Hanya IPK 3,42 yang mampu saya berikan. Bukan 3,59 atau bahkan 4. Saya berharap terlepas dari berapapun nilai saya, kalian bangga terhadap saya. Dear Mama, Papa. Ak...